Jl. Ciseke No. 32 Jatinangor, 45363 Contact Person Mr. Aron 081395480072

Senin, 09 Maret 2009

Taman Bunga Cihideung

Cihidueng, desa yang terletak di kecamatan Parongpong ini, yang dulunya hanya merupakan tempat bercocok tanam ala kadarnya saja, kini telah berkembang menjadi "Kawasan Wisata Bunga". Kawasan ini memang tepat disebut sebagai kawasan wisata bunga, karena di sepanjang desa ini terlihat berbagai tanaman bunga yang dikembangbiakkan.

Berbagai jenis tanaman bunga bisa kita temui di desa Cihideung ini, dari tanaman hias hingga tanaman potong. Tanaman (bunga) hias biasanya adalah tanaman yang digunakan untuk memperindah taman, dan tanaman (bunga) potong biasanya adalah tanaman/ bunga yang diperlukan untuk keperluan dekorasi. Di desa Cihideung ini lebih dari 80% warga desa Cihideung menjadi petani bunga, dimana terdiri dari 30% petani bunga potong, dan 50% petani bunga hias.

Yang menjadi kekurangan daerah ini adalah tidak adanya fasilitas wisata yang disediakan, semisal tempat parkir yang luas. Untuk bisa berkeliling di area kebun bunga ini kita hanya bisa memarkirkan kendaraan kita di pinggir–pinggir jalan di sepanjang desa Cihideung. Tapi hal itu tidak menjadi hambatan bagi setiap pengunjung untuk datang untuk sekedar melihat–lihat ataupun membeli bunga untuk memperindah taman di rumah mereka.

Selain tanaman bunga, terdapat juga berbagai jenis bibit buah–buahan. Terdapat begitu banyak bibit buah-buahan yang ada, diantaranya mangga, jeruk, pepaya, sawo, dan berbagai jenis bibit buah–buahan lainnya. Bibit buah–buahan yang ada banyak dibeli oleh orang–orang yang hobi berkebun, atau orang–orang yang hanya ingin menambah koleksi tanaman buah–buahannya di tamannya.

Desa wisata bunga Cihideung yang merupakan tempat wisata persinggahan ini terletak sekitar 20 km dari kota Bandung, bisa ditempuh dengan menggunakan angkutan umum ataupun dengan kendaraan pribadi. Bila kita menempuh jalan melalui jalan Cihanjuang, kita juga bisa menikmati indahnya perkebunan disepanjang jalan menuju desa Cihideung. Kesegaran dan kesejukan tersaji di sepanjang perjalanan menuju lokasi.

Naratas Training Centre

Naratas Training Center merupakan salah satu provider Outdoor Training di Indonesia dan berpengalaman dalam bidang pelatihan di alam bebas serta wisata alam yang mengutamakan keselamatan (safety first).

Setiap program didukung oleh para instruktur yang berpengalaman dan ditunjang dengan peralatan yang memenuhi standar keselamatan internasional. Naratas Training Center melayani permintaan pananganan kegiatan di seluruh Wilayah Nusantara.

Naratas Training Centre yang berada kurang lebih 45 km sebelah selatan kota Bandung atau tepatnya dikawasan Cimanggu, Ciwidey, ini memiliki berbagai paket kegiatan yang ditawarkan, diantaranya :

1. Outbound
Outbound merupakan kegiatan di alam bebas, dimana selain mengandung unsur bermain juga mengandung unsur yang lainnya, diantaranya leadearship, team work, dan lainnya. Outbound dibagi dalam beberapa paket diantaranya OMT (Outbond Management Training), Outing, Family Gathering, Fun Game. Naratas Training Center memiliki kapasitas hingga 300 orang. Untuk bisa menikmati berbagai paket diatas, harus datang secara rombongan, minimal 5 orang.

2. Arung Jeram
Arung jeram yang merupakan salah satu program Naratas Training Center tidak dilakukan di Cimanggu, tetapi memanfaatkan Sungai Cisangkuy atau Parahyangan. Sebagai orang awam yang ingin mencoba berarung jeram, tidak perlu takut, karena akan di dampingi oleh pemandu yang berpengalaman. Dengan biaya sekitar 160 rb, anda sudah bisa menikmati arung jeram dengan fasilitas asuransi, makan dan pemandu. Jumlah minimal untuk bisa berarung jeram, adalah 5 orang, dan anda harus memesan setidaknya 3 hari sebelumnya.

3. Paint Ball
Anda yang senang dengan adegan tempur, bisa menyalurkan hobby tersebut dengan bermain Paint Ball. Salah satu lokasi yang menyediakan fasilitas outbound adalah Naratas Training Centre. Paint Ball merupakan permainan simulasi tempur dengan menggunakan peluru berbentuk bulat yang berisi cat. Di Naratas Training Center, untuk satu permainan , terdiri dari 2 sesi permainan, dimana satu sesi berdurasi kurang lebih 20 menit. Selama 20 menit itu anda akan melakukan pertempuran sesuai instruksi dari pemandu. Jenis permainan yang bisa dinikmati diantaranya perebutan benteng, menghabisi lawan, dan menyelamatkan sandera. Dalam 2 sesi permainan anda akan dibekali dengan 40 buah peluru dan sebuah senjata, dan dilengkapi dengan pakaian tempur, google, penutup telinga dan helm tempur. Permainan ini akan seru bila dilakukan dengan jumlah minimal 20 orang. Dengan uang sebesar 20rb rupiah, anda bisa melakukan pertempuran dialam bebas untuk menyalurkan hobby dan menghilangkan stress dan kejenuhan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

4. Jungle Tracking
Anda yang suka hiking bisa memanfaatkan lokasi Cimanggu sebagai tempat untuk menjajal kemampuan anda. Naratas Training Center menyediakan beberapa rute bagi anda yang ingin hiking di kawasan cimanggu. Dalam hiking ini anda akan berjalan selama 2 jam, 4 jam dan juga bisa mencapai 2 hari 1 malam. Untuk melakukan perjalanan sekitar 2 jam atau kurang lebih 10-12 km anda akan dipandu oleh seorang pemandu. Dalam perjalanan sesekali anda aka menemui hewan-hewan liar, seperti burung dan lutung.

5. Flying Fox
Naratas Training Center di Cimanggu yang memiliki fasilitas flying fox permanen. Flying fox tidak hanya bisa dinikmati oleh orang dewasa, tetapi anak kecil pun bisa ikut merasakan bagaimana melayang diudara dengan menggunakan fasilitas ini.


Naratas Training Center berada satu lokasi dengan Pemandian Air Panas Cimanggu. Jadi, setelah anda lelah melakukan aktivitas di Naratas Training Center, anda bisa bermanja-manja dengan mandi air panas alami.

Untuk mencapai lokasi Naratas Training Center, bisa dilakukan dengan beberapa alternatif :

1. Menggunakan kendaraan pribadi
# Tol Padaleunyi - Keluar Tol Kopo - Soreang - Ciwidey - Kawasan Cimanggu
# Tol Padaleunyi - Keluar Tol Baros - Nanjung - Soreang - Ciwidey - Kawasan Cimanggu
# Jl Soekarno Hatta - Jl Kopo - Soreang - Ciwidey - Kawasan Cimanggu
# Cimahi - Baros - Nanjung - Soreang - Ciwidey - Kasawan Cimanggu
2. Menggunakan kendaraan umum
# Dari terminal Leuwipanjang, naik bus tujuan Ciwidey - naik angkot ke Cimanggu
# Dari terminal Cicaheum, naik Damri ke Leuwipanjang - naik bus tujuan Ciwidey - naik angkot ke Cimanggu
# Dari Station Kereta Api St. Hall, naik angkot tujuan Cimahi - naik angkot tujuan Soreang - naik angkot jurusan Ciwidey - naik angkot ke Cimanggu

Curug Omas

Curug Omas terletak di lokasi wisata Maribaya, Lembang. Objek wisata ini menawarkan pesona air terjun dan keindahan alam di sekitarnya. Kesegaran udara langsung terasa begitu kita memasuki area objek wisata, hal itulah yang banyak dimanfaatkan oleh pengunjung untuk duduk-duduk atau tidur-tiduran di atas tikar yang banyak disewakan di area wisata. Tetapi bukan hanya suasana segar yang ditawarkan, Anda akan menjumpai air terjun setinggi 30 meter disana. Gemuruh air terjun terdengar dari area di sekitarnya, menggugah kita untuk mendekatinya. Di sana disediakan jembatan yang tepat berada di atas air terjun, sehingga memudahkan kita untuk menikmati pemandangan air terjun dari atas. Sejenak Anda dapat memanjakan telinga dengan menikmati suara gemuruh air terjun, memanjakan mata dengan melihat pelangi yang seringkali muncul.

Selain menampilkan pesona alam yang indah, bagi anda yang suka hiking,anda bisa menikmati hal tersebut disini. Dari lokasi wisata ini, kita bisa sampai ke Taman Hutan Raya Ir H Juanda dengan menempuh jarak kurang lebih 5 km. Dengan jarak yang lumayan jauh, anda bisa mendapatkan kepuasan tersendiri bagi anda yang memang hobi dengan petualangan alam.

Kawah Putih

Gunung Patuha, berada kurang lebih 2300 Meter diatas permukaan laut, sebelah selatan kota Bandung, menyimpan suatu misteri dimasa lampau. Masyarakat menganggap Gunung Patuha merupakan kawasan yang angker, mereka menganggap puncak Gunung Patuha dahulu merupakan tempat pertemuan para leluhur Bandung Selatan. Tetapi, misteri yang sudah menjadi turun–temurun itu mulai punah setelah terungkap oleh seorang ilmuwan Belanda peranakan Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghun, yang juga seorang pengusaha perkebunan Belanda yang mencintai kelestarian alam pada tahun 1837. Kondisi lembah Gunung Patuha pada waktu itu masih berupa hutan lebat, dipenuhi pohon-pohon kayu jenis lokal, seperti rasamala, saninten, huru, samida, dan lain sebagainya.

Karena rasa penasaran dan ketidakpercayaannya, Junghun terus menembus lebatnya hutan Gunung Patuha. Dan akhirnya dia menemukan suatu danau kawah yang terlihat sangat eksotik, dan sangat indah. Meski sudah ditemukan pada 1837, tapi kawasan ini baru menjadi objek wisata pada 1987 setelah dikembangkan oleh PT Perhutani (Persero) Unit III Jabar dan Banten.

Setelah memasuki area kawah putih, bukan rasa takut yang akan anda alami, tetapi anda pasti akan terpaku dan terpana begitu melihat dan menyaksikan sendiri bagaimana menakjubkannya genangan air yang berwarna putih disertai asap yang mengepul diatasnya. Warna air di danau kawah putih tidak selalu berwarna putih, warna putih kawah merupakan warna yang paling ditemui saat berkunjung, terkadang air berwarna hijau apel dan kebiru-biruan, bila terik matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu.

Yang kurang menyenangkan di kawasan ini adalah bau belerang yang bagi sebagian orang bisa menyebabkan batuk–batuk karena mencium baunya, bahkan tidak jauh dari kawasan wisata kawah putih terdapat goa buatan sedalam 5 meter yang katanya dulu pernah dijadikan sebagai tambang belerang. Bila anda melewati goa tersebut anda pasti akan mencium bau belerang yang sangat menyengat. Karena kandungan belerang yang sangat tinggi itulah, pada jaman dulu sempat dibangun pabrik belerang dengan nama Zwavel Ontgining Kawah Putih.

Kawah putih terjadi akibat letusan Gunung Patuha yang terjadi sekitar abad ke 10 s/d abad ke 12. Selain kawah putih juga terdapat kawah lain yang dikenal dengan nama Kawah Saat.

Disana terdapat kios–kios yang menjual aneka cinderamata yang bisa dijadikan sebagai oleh–oleh. Selain itu, juga banyak pedagang yang menjual buah khas Ciwidey, yaitu Strawberry.

Sangat disayangkan bila anda berwisata ke Ciwidey tidak singgah ke Kawah Putih, anda akan melewatkan tempat yang memberikan nuansa alam yang sangat menakjubkan. Terutama pada hari libur, disana anda akan melihat banyaknya orang yang berkunjung ke kawasan wisata ini untuk menikmati betapa indahnya lukisan yang pencipta. Keindahan yang ditampakkan akan membuat anda terus mengingatnya hingga beberapa waktu.

Cara Mencapai Kawasan Wisata Kawah Putih

Wisata Kawah Putih yang terletak kurang lebih 46 km dari kota Bandung bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Bila anda menggunakan kendaraan umum anda tidak perlu khawatir, disana terdapat angkutan yang akan mengantar anda sampai ke area wisata Kawah Putih. Atau anda juga bisa berkonvoi dengan menggunakan sepeda motor bersama teman – teman anda.

Situ Patengan

Situ Patengan atau yang lebih populer di dengar orang dengan nama Situ Patenggang merupakan suatu legenda romantis di zaman dahulu kala. Setelah memasuki gerbang Situ Patengan, kita akan melewati perkebunan teh yang menghijau. Dan tidak jauh kedepan, kita akan melihat hamparan air yang sangat banyak dengan keindahan alam yang menawan. Kesegaran dan kesejukan menambah kenyamanan kita di area wisata Situ Patengan.

Rasa lelah yang dirasakan pada saat melakukan perjalanan ke lokasi wisata ini senantiasa akan hilang begitu sampai ke lokasi wisata Situ Patengan. Hamparan air yang luas, dengan sentuhan kabut tipis yang menggantung diatasnya, menambah indahnya suasana Situ (danau). Dengan melihat tenangnya air danau, segarnya udara yang kita hirup, dan sejuknya suasana danau akan membuat kita merasa damai dan bisa melupakan sejenak kepenatan dan stress yang sedang dihadapi.

Selain bisa menikmati pemandangan dari pinggir danau, kita juga bisa menyewa perahu untuk mengelilingi danau, terutama mengunjungi pulau yang menjadi pelengkap legenda Situ Patengan. Pulau Asmara dan Batu Cinta merupakan lokasi yang menjadi tujuan para wisatawan. Konon menurut ceritanya, siapapun yang singgah ke Batu Cinta dan mengelilingi Pulau Asmara maka akan mendapatkan cinta yang abadi. Hal inilah yang mungkin menjadikan Batu Cinta dan Pulau Asmara menjadi tempat yang membuat wisatawan menjadi penasaran.

Kurang lengkap rasanya bila kita berkunjung ke lokasi wisata ini tanpa membeli cinderamata sebagai oleh–oleh atau sekedar untuk mengingatkan bahwa kita pernah mengunjungi lokasi wisata Situ Patengan. Kita tidak perlu bersusah payah untuk bisa mendapatkan cinderamata, karena didalam lokasi wisata banyak terdapat toko–toko yang menyediakan berbagai macam cinderamata. Situ Patengan menyediakan fasilitas yang cukup lengkap, diantaranya adalah area parkir yang cukup luas, toilet, mushola, hingga rumah makan. Selain itu, bila kita membawa bekal sendiri, kita juga bisa menyewa tikar yang bisa digunakan sebagai tempat istirahat sambil menikmati keindahan panorama Situ Patenggang dan juga bersantap siang.

Gedung Sate

Gedung Sate Bandung merupakan bangunan pertama yang menggunakan konstruksi beton bertulang , juga merupakan bangunan instansi pemerintahan Pusat Kolonial Belanda. Dinamakan Gedung Sate, karena ornamen atap berbentuk tusukan sate. Sekarang gedung ini dijadikan pusat pemerintahah Gubernur Jawa Barat. Dirancang dan dibangun pada tahun 1920, oleh arsitek J. Gerber.

Di utara Gedung, terdapat lapangan Gasibu dan Monumen Perjuangan Rakyat. Area Gasibu dan Monumen Perjuangan Rakyat akan terlihat sangat ramai pada hari Minggu, karena di kedua lokasi yang berdekatan ini selalu dijadikan tempat berolahraga di pagi hari. Selain digunakan sebagai sarana olahraga, kedua lokasi tersebut juga sering digunakan sebagai tempat–tempat pertunjukan musik, seni budaya dan kegiatan lainnya.

Minggu, 08 Maret 2009

Tangkuban Perahu

Tangkuban Perahu, merupakan salah satu gunung berapi yang berada di Jawa Barat, tepatnya di Lembang, kurang lebih 30 km sebelah utara kota Bandung dengan ketinggian 2084 Meter dari atas permukaan laut. Untuk menuju kesana diperlukan waktu kurang lebih 30 menit menggunakan kendaraan bermotor. Nama Tangkuban Perahu sangat lekat dengan sebuah legenda tanah Sunda yang sangat terkenal, yaitu Sangkuriang. Gunung Tangkuban Perahu yang dari kejauhan tampak seperti perahu terbalik, konon diakibatkan oleh kesaktian Sangkuriang yang gagal meyelesaikan tugasnya dalam membuat perahu dalam waktu semalam untuk menikahi Dayang Sumbi yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri. Karena begitu kesalnya tidak dapat menyelesaikan pembuatan perahu tersebut, akhirnya Sangkuriang menendang perahu yang belum jadi tersebut. Legenda diataslah yang menjadi kaitan erat dalam penamaan gunung Tangkuban Perahu.

Gunung yang terakhir meletus pada tahun 1910, memiliki 9 kawah yang masih aktif hingga sekarang. Banyaknya letusan yang terjadi dalam 1.5 abad terakhirlah yang menyebabkan banyaknya kawah - kawah pada gunung Tangkuban Perahu. Kawah-kawah tersebut adalah Kawah Ratu, Upas, Domas, Baru, Jurig, Badak, Jurian, Siluman dan Pangguyungan Badak. Di antara kawah-kawah tersebut, Kawah Ratu merupakan kawah yang terbesar, dikuti dengan Kawah Upas yang terletak bersebelahan dengan kawah Ratu. Beberapa kawah mengeluarkan bau asap belerang, bahkan ada kawah yang dilarang untuk dituruni, karena bau asapnya mengandung racun.

Pesona gunung Tangkuban Perahu ini begitu mengagumkan, bahkan, pada saat cuaca cerah, lekukan tanah pada dinding kawah dapat terlihat dengan jelas, tidak hanya itu, dasar kawah pun dapat kita nikmati keindahannya yang sangat mengagumkan. Keindahan alam inilah yang menjadikan Tangkuban Perahu menjadi salah satu tempat wisata alam andalan Propinsi Jawa Barat, khususnya Bandung. Setiap akhir pekan, kawasan Tangkuban Perahu selalu dipadati oleh pengunjung yang ingin menyaksikan indahnya panorama gunung Tangkuban Perahu. Bahkan, pada suasana libur panjang, pangunjung yang datang ke lokasi wisata ini bisa mencapai ribuan setiap harinya.